Magister Ilmu Keberlanjutan

Profil singkat

Pendirian Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) dimaksudkan untuk mengubah perspektif para akademisi, mahasiswa, praktisi pembangunan, dan masyarakat luas dalam memahami interaksi manusia dan lingkungan dalam konteks berkelanjutan (sustainable). Secara lebih spesifik lagi, keberadaan prodi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki pola berpikir yang holistik, mampu menerapkan pendekatan transdisiplin, dan mengapresiasi keberagaman. Tujuan akhir dari pendirian prodi ini adalah memberikan kontribusi dalam upaya mencapai masyarakat berkelanjutan.

Meskipun sampai saat ini belum ada Program Studi yang sejenis dengan Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) yang akan didirikan di Unpad, namun sejak awal pendiriannya sudah seharusnya mempertimbangkan keunikan dari prodi tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan memadukan isu-isu yang ada dalam SDGs, Nawacita, dan 10 Common Goals Jawa Barat yang dikemas dalam kerangka Pola Ilmiah Pokok Unpad “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan dalam Pembangunan Nasional”.

Berdasarkan uraian di atas maka Sekolah Pascasarjana Universitas Padjdajaran menginisiasi pendirian Program Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustinability Science) yang ditetapkan oleh Rektor Universitas Padjadjaran dengan Surat Keputusan Nomor 734/UN6.RKT/Kep/HK/2016 Tentang Pendirian Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) Jenjang Strata-2 Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran pada tanggal 16 Mei 2016.

Kurikulum

1. Profil Lulusan (masukan dari Asosiasi Profesi baik nasional maupun internasional)

Peneliti, wirausaha, agen perubah di pemerintah dan masyarakat.

  Lulusan Prodi Magister Ilmu Keberlanjutan dapat bekerja sebagai praktisi dan aktivis pembangunan, dan dalam batas tertentu dapat bekerja sebagai aparat pemerintah. Di tingkat nasional dan internasional, lulusan Prodi Magister Ilmu Keberlanjutan dapat diserap oleh lembaga non pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan dan pembangunan serta perusahaan swasta nasional dan multinasional. Lulusan PSMIK diharapkan mampu mencari solusi alternatif yang mampu membawa masyarakat menjadi masyarakat yang resilien dalam menghadapi berbagai masalah pembangunan. Menjadi seorang ‘versatilist’ adalah salah satu ciri dari lulusan PSMIK.

2. Capaian Pembelajaran Lulusan (mengikuti Permendikbud No 3/2020 yang baru ttg SN Dikti) 

  • Memiliki pola berpikir yang holistik, mampu menerapkan pendekatan transdisiplin, dan mengapresiasi keberagaman.
  • Mampu mencari solusi dari permasalahan terkait keberlanjutan SDA-LH melalui pendekatan transdisiplin
  • Memiliki interpersonal competence yang meliputi keterampilan berkomunikasi dalam mendengarkan dan menyampaikan pendapat akademik, melakukan negosiasi, menunjukkan empati dan kepemimpinan dalam mencari solusi permasalahan berkelanjutan.
  • Mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi dalam bidang ilmu keberlanjutan (Sustainability Science) atau praktiknya melalui riset sehingga dihasilkan karya inovatif yang teruji
  • Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional

3. Bidang Kajian (penciri SPS, untuk hal yg sama)

  • Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) merupakan program studi transdisiplin yang mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan dan mengkolaborasikan berbagai disiplin ilmu dengan pengetahuan yang berkembang di luar batas pengetahuan ilmiah (berkembang berdasarkan pengalaman). Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri utama universitas generasi ketiga dalam menghadapi masalah-masalah yang semakin komplek, saling terkait, dan mengandung ketidakpastian.
  • Kurikulum Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) dirancang untuk menumbuhkan pengetahuan holistik yang disertai dengan pengembangan ‘mind’ dan ‘skills’ dalam mencari solusi dari masalah lingkungan yang mengancam keberlanjutan
  • Riset yang dilakukan oleh mahasiswa untuk tesis difokuskan pada pencarian solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi daerah di Indonesia untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

 

Mata Kuliah

Keunikan kurikulum PSMIK adalah isi dan proses pembelajaran, dimana tatap muka di kelas hanya dilakukan kurang lebih 60% dari seluruh SKS sedangkan 40% SKS lainnya berupa praktik lapangan secara mandiri dilokasi riset masing-masing sesuai dengan tema penelitian, presentasi seminar usulan penelitian, penulisan thesis dan sidang thesis. Dengan kurikulum ini mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam waktu 3 semester.

Kelompok Mata Kuliah

 

Mata Kuliah

Semester

A. Basic Knowledge and Concept                          (20)

1

Sustainability Science: frontiers/state of the art (2)

 

 

1

2

Sustainable human and nature interaction (2)

1

3

Research Methods in SS (3)

1

4

Communicating Sustainability  (2)

1

5

Development and Sustainability  (2)

1

6

Seminar on Politics and Policy in Sustainability Issues  (2)

1

7

Spirituality, Ethics, and Sustainability (2)

1

8

System Thinking in Sustainability Science (2)

 

 

 9

Academic writing (3) 

B. Practical: Experiential Learning, Skill and Sensibility                  (9)

 

Fieldworks and Case in Sustainability 

 

 1.

Selecting and identifying sustainability issue (2)

2

 2.

Analyzing, synthesizing sustainability issue (3)

2

 3.

Planning for solution sustainability Issue (3)

2

4.

Reporting and communicating sust sicence issue: student presentation (1)

2

 

 

 

C. Specialized: Elective   (5-7)

1

Innovation, SDGs and Global Sustainability (3)

2

2

 Relevant Courses from other departments (2-4)

2

 

 

 

D. Thesis (6)

3

Seminar (2)

2

 

 

 

 

1

Research & Thesis Writing (6)

3

 

 

 

 

Metode Pembelajaran

Karakteristik pelaksanaan pembelajaran memperhatikan sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Interaktif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. Mengingat kurikulum yang akan dilaksanakan mencakup aspek ‘mind’ dan ‘skill’ yang diharapkan terbangun di kalangan mahasiswa Prodi Magister Ilmu Keberlanjutan, maka aspek praktik menjadi elemen penting dalam proses belajar mengajar. Kegiatan praktikum akan dilaksanakan secara berkesinambungan selama paling sedikit 1 semester. Kegiatan ini akan ditunjang oleh kegiatan diskusi dalam setiap mata kuliah sehingga terbangunnya aspek ‘mind’ dan ‘skill’ di kalangan mahasiswa akan berjalan dengan baik.

Tenaga Pengajar 

NO.

NAMA DOSEN

AREA RISET

1

Prof. Parikesit, M.Sc., Ph.D

Keahlian di bidang ekologi lanskap, keanekaragaman hayati dan ilmu keberlanjutan.

2

Prof. Oekan S Abdoellah, MA., Ph.D

Keahlian di bidang ekologi manusia dan pembangunan berkelanjutan

3

Prof. Johan Iskandar, MA., Ph,D

Keahlian di bidang ekologi manusia, ethnobiologi dan manajemen agroekosistem

4

Prof. Dr.rer.nat Fani M Cahyandito

Keahlian di bidang ekonomi, monev dan sustainability reporting CSR

5

Prof. Chay Asdak, M.Sc, Ph.D

Keahlian di bidang hidrologi dan manajemen daerah aliran sungai

6

Dr. Budhi Gunawan, MA

Keahlian di bidang anthropologi dan ecosystem studies (Social-Ecology)

7

Dr. Tommy Perdana

Keahlian di bidang pertanian (Agribisnis) dan rantai pasok.

8

Dr. Antar Venus

Keahlian di bidang komunikasi

9

Sunardi, M.Si., Ph.D

Keahlian di bidang lingkungan dan 10pengembangan sumber daya air

10

Dr. Susanti Withaningsih, M.Si

Keahlian di bidang keanekaragaman hayati dan lingkungan

11

Dr. Gemilang Lara Utama, M.Si

Keahlian di bidang mikrobiologi pangan dan pengelolaan limbah