Proses Pembelajaran
Scroll Down
Mahasiswa dapat melakukan pendaftaran, proses administrasi dan proses pembelajaran online melalui system SIAT, sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi serta memberi kemudahan akses mahasiswa dalam pembelajaran. Mahasiswa diwajibkan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) pada setiap awal semester yang harus disetujui oleh Ketua Program Studi. Proses rencana studi mahasiswa, proses pembelajaran dan penialian serta assessment nya semuanya dilakukan secara on-line melalui system SIAT (System Informasi Akademik Terintegrasi).
Dalam proses pembelajaran, universitas mempunyai kebijakan hybrid learning terutama setelah pandemic covid-19. Mahasiswa masih dapat mengikuti perkuliahan secara daring dan asynchronous selama masa pendemi. Untuk pembimbingan on-line menggunakan system LiVE Unpad, Zoom dan Google Classroom sebagai media komunikasi dan interaksi dengan mahasiswa. pu di lapangan.
Pada setiap akhir semester dilakukan Questioner kepada mahasiswa untuk menilai Dosen dan proses pembimbingan yang telah berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menampung masukkan dan feed back dari mahasiswa yang sangat bermanfaat untuk perbaikan dan pengembangan matakuliah maupun metode pembelajran ke depan.
Setiap dosen mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai hibah penelitian baik eksternal maupun internal (Hibah Internal Unpad – HIU) setiap dosen di haruskan untuk melakukan penelitian sesuai roadmapnya. Setiap HIU untuk Dosen diwajibkan untuk melibatkan mahasiswa baik jenjang S1, S3 maupun S3 dalam pelaksanaannya. Hal ini untuk memfasilitasi mahasiswa melakukan penelitian yang merupakan tugas akhir dalam peyelesaikan studinya. Melalui roadmap penelitian dosen yang jelas diharapkan penelitian mahasiswa akan bermutu dan mempermudah kewajiban publikasi mahasiswa di jurnal Internasional sebelum sidang akhir.
Sesuai dengan KKNI, lulusan Program Studi Doktor Bioteknologi setara dengan level 9. Lulusan harus mempunyai kemandirian dan mampu melakukan penelitiian yang memperlihatkan keterbaharuannya dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dengan pendekatan multi dan interdisiplin.
Mahasiswa akan diberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi dan menulis dengan metode pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian pembelajaran atau Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) dan system evaluasi yang berbasis Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE). Diharapkan lulusan nanti dapat bersaing dan mempunyai adaptasi yang tinggi di tempat kerja sesuai keahlian dan bidangnya masing-masing. Selain itu untuk memciptakan academic atmosphere yang baik, maka diadakan berbagai kegiatan seminar rutin dan kuliah dari dosen tamu dalam maupun luar negeri, untuk menambah dan membuka wawasan dan kompetensi mahasiswa yang sangay berguna dalam pengembangan karir mereka nanti.
Gelar akademik yang diberikan kepada lulusan sesuai dengan hasil pembelajaran dan kerangka kualifikasi nasional Level 9 dan Kerangka Kualifikasi Eropa adalah Doktor Bioteknologi (Dr.) yang mampu mengembangkan dan memecahkan permasalahan bioteknologi melalui pendekatan inter dan multidisipliner. Selain itu lulusan Doktor Biotek mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional melalui bebagai tulisan di jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
Pada akhir proses pembelajaran, setiap mahasiswa diwajibkan melakukan riset sesuai minatnya dalam emapt bidang kajian yaitu bioteknologi kesehatan, agro-bioteknologi, bioteknologi industry dan Bioteknologi lingkungan. Selain itu mahasiswa diwajibkan untuk publikasi hasil riset dalam berbagai forum ilmiah dan tulisan dalam jurnal nasional dan internasional bereputasi (Gambar 1)

Gambar 1. Syarat Kelulusan Program Doktor Bioteknologi