BERITA KINERJA PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEBERLANJUTAN
Scroll Down
Akreditasi Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan Unpad
10 Juli 2020,
Menyadur dari unpad.ac.id, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan (AL) secara daring terhadap Program Studi Magister Ilmu Keberlanjutan Universitas Padjadjaran, 7 – 8 Juli 2020. Asesmen kali ini dilakukan secara daring sehubungan dengan masa pandemi Covid-19.
Asesmen secara daring ini tetap mengacu pada Pedoman Asesmen Lapangan sesuai instrumen yang digunakan, yaitu instrumen akreditasi 7 standar versi 3.0 (IAPT 3.0). sebagaimana diatur dalam Peraturan BAN-PT Nomor 3 Tahun 2019. Yang membedakan adalah pada modus asesmennya, seperti proses wawancara, konfirmasi data dan informasi yang dilakukan melalu video conference dengan modality online meeting yang tersedia.
Kegiatan AL ini langsung dipandu oleh Tim Assesor BAN PT yaitu Prof. Dr. Ign Loyola Setyawan Purnama, M.Si. dari Universitas Gadjah Mada dan Prof. Dr. Ir. Djoko M. Hartono., M.Eng dari Universitas Indonesia. Asesmen juga dihadiri oleh Ketua Senat Akademik Prof. H. Oekan Soekotjo Abdoellah, MA., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr.Ir. Hendarmawan, M.Sc.; Kepala Satuan Penjaminan Mutu Dr. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si.; Plt. Dekan Sekolah Pascasarjana Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., Ph.D; Kaprodi Magister Ilmu Keberlanjutan Dr. Susanti Withaningsih, S.Si., M.Si.; para Pengelola Prodi, Manajer, Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan.
Menurut Prof. Oekan, yang juga Guru Besar bidang Ekologi Manusia Unpad, prodi Magister Ilmu Keberlanjutan merupakan program studi transdisiplin yang mengembangkan pendekatan integrasi berbagai disiplin ilmu, dengan pengetahuan yang berkembang di luar batas pengetahuan ilmiah (berkembang berdasarkan pengalaman).
Melalui pendekatan transdisiplin ini diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi manusia terkait isu lingkungan yang berkelanjutan dapat membawa perubahan (transformasi) secara menyeluruh di kalangan para pemangku kepentingan. Pada gilirannya perubahan tersebut dapat membawa umat manusia menuju masyarakat berkelanjutan.
Prof. Oekan juga menegaskan, faktanya akreditasi itu sangat penting, sehingga akan meyakinkan mahasiswa dalam memilih prodi. Untuk menjaring mahasiswa perlu kerjasama, sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya ilmu lingkungan.
Sementara menurut Prof. Hendarmawan, yang sebelumnya merupakan Dekan Sekolah Pascasarjana, prodi Magister Ilmu Keberlanjutan (Sustainability Science) dimaksudkan untuk mengubah perspektif para akademisi, mahasiswa, praktisi pembangunan, dan masyarakat luas dalam memahami interaksi manusia dan lingkungan dalam konteks berkelanjutan (sustainable).
Secara spesifik, keberadaan prodi ini memiliki ciri khas yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan pola berpikir yang holistik, mampu menerapkan pendekatan transdisiplin, dan mengapresiasi keberagaman. Tujuan akhir dari pendirian prodi ini adalah memberikan kontribusi dalam upaya mencapai masyarakat berkelanjutan.
Acara penutupan AL di hari ke-2 Plt. Dekan Sekolah Pascasarjana Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., Ph.D, mengucapkan terima kasih kepada Tim Asesor yang telah memberikan arahan dan masukan kepada prodi.
“Semua persiapan untuk akreditasi Prodi Magister Ilmu Keberlajutan sudah dikakukan maksimal dengan dukungan semua pihak. Hasil akreditasi tersebut dapat menjadi awal yg baik untuk Prodi Magister Ilmu Keberlanjutan agar semakin maju dan berkembang di masa yang akan datang,” harap Mudi.
Hal senada juga di sampaikan oleh Kaprodi Magister Ilmu Keberlanjutan Dr. Susanti Withaningsih, S.Si., M.Si. “Pelaksanaan akreditasi melalui visitasi secara online merupakan pengalaman yang memberi kesan tersendiri. Persiapan data pendukung dalam bentuk soft file menjadi tantangan yang menjadi pembelajaran baru dalam proses persiapannya. Terima kasih atas semua bantuan dan kerjasama dari seluruh Pimpinan Universitas, Fakultas, SPM & seluruh Dosen Prodi Ilmu Keberlanjutan yang telah membantu terlaksananya proses visitasi online sehingga berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(art)*
Conference on Sustainability Science 2020 (CSS) 2020
Kamis 8 Oktober 2020,
Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK)/Center for Environment and Sustainability Science (CESS) telah menyelenggerakan Conference on Sustainability Science 2020 (CSS) di tahun ini. secara konsisten acara ini menjadi penyelenggaraan kali keempat yang dilaksanakan oleh PULIK/CESS UNPAD. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan CSS 2020 ini dilakukan secara online menggunakan flatform Zoom Meeting. The 4rd Conference on Sustainability Science 2020 mengangkat tema “Sustainability Science Post Covid-19: Social Distancing life, Approaching Natural Life”. Pada pelaksanaannya, PULIK/CESS UNPAD bekerja sama dengan Greening of Industry Network (GIN).
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang diikuti kemudian oleh sambutan dari Greening of Industry Network (GIN) dan sambutan dari Ibu Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE sebagai Rektor UNPAD. Plenary Session terbagi menjadi dua sesi yaitu pagi dan sore, yaitu sebagai berikut:
- Plenary Session 1, Moderator : Prof. Chay Asdak, Ph.D.
Prof. Johan Iskandar, M.Sc., Ph.D.
Pandemic and sustainable Human-nature relation
Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, MA., M.Phil.
Etnoscience: The bridge towards back to nature
Dr. Regina Hoi Yee Fu
Social economic aspects of sustainability of Post Pandemic
COVID-19
- Plenary Session 2, Moderator : Martin Siyaranamual, M.A, Ph.D.
Prof. Dr. Michiel Heldeweg, LLM.
Looking beyond the horizon: the need for a normative-
institutional approach to sustainability science; how to get onto
‘the balcony’
Prof. Dr. Benny Tjahjono
Recent research in sustainable agriculture
Dr. Regina Frei
Plastics recycling in the UK: before and during Covid-19
CSS 2020 juga membuka partisipasi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian secara oral dan poster dalam berbagai isu, diantaranya:
- Sustainable health, livelihood, and well-being
- Sustainable rural-urban linkage, equity, and equality
- Sustainable industry, SMEs, transportation and supply chain
- Sustainable governance, business, and policy
- Sustainability of indigenous knowledge, spirituality, and gender
- Conservation, resilience, environmental vurnerability and hazard
Selanjutnya acara ditutup oleh Prof. Parikesit, M.Sc., Ph.D sebagai kordinator Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK)/Cencer of Environment and Sustainability Science (CESS) Universitas Padajdjaran.
PANCES Modelling Training Seminar
Rabu 10 Maret 2021,
Mahasiswa program Magister Ilmu Keberlanjutan beserta beberapa dosen telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh PANCES bekerjasama dengan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), dan Japan Society of Civil Engineers (JSCE) –Environmental Systems Research Committee secara daring.
Pelatihan ini bertema “PANCES Modelling Trainig Seminar” yang terbagi ke dalam 5 sesi pelatihan: Introduction, Land Change Modeler (LCM), InVEST, LANDIS-II, dan Clossing session. Materi disampaikan melalui presentasi dan praktik singkat penggunaan aplikasi untuk pemodelan yang disampaikan. Seluruh peserta mendapatkan salinan materi setelah pelatihan selesai dilaksanakan.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai negara, diantaranya Jepang, Indonesia, dan Filipina. Peserta merupakan para akademisi seperti dosen, mahasiswa, dan peneliti.
Berita CESS-Diklat GE
Senin 6 September 2021,
Dalam upaya untuk tetap konsisten dalam mengantisipasi dampak-dampak buruk terhadap Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta adanya perubahan iklim, maka perlu menjadi perhatian oleh banyak pihak dalam melaksanakan pembangunan yang tidak merusak lingkungan, terutama pemerintah. Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK)/Center for Environment and Sustainability Science (CESS) UNPAD secara konsisten terus berupaya untuk mengenalkan dan menyebarluaskan gagasan Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah. Hal tersebut yang melatarbelakangi diadakannya Diklat Perencanaan Lingkungan Dalam Pembangunan tahun 2021.
Tahun ini merupakan kali kedua Diklat Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan dilakukan secara online dengan menggunakan flatform Zoom Meeting. Diklat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan jabatan yang bervariasi. Tujuan diadakannya diklat ini secara umum untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur pemerintah daerah mengenai Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah. Adapun metode yang akan digunakan adalah proses belajar mengajar dengan metode pembelajaran untuk orang dewasa yang dapat terdiri dari: penyajian makalah, diskusi kelas, diskusi kelompok, praktek penyusunan Dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim, serta presentasi.
Acara yang merupakan kerjasama antara Sekolah Pasca Sarjana UNPAD, PULIK/CESS UNPAD dan Pusdiklatren Bappenas dibuka pada hari Senin 6 September 2021 oleh Kapusbindiklatren Bappenas yang diwakili oleh Wignyo Adiyoso, Ph.D dan Dr. med. Setiawan, dr. selaku Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad. Acara ini berlansung selama 10 hari sampai hari Jumat 17 September 2021.
Harapannya melalui kegiatan Diklat Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan tahun 2021 ini adalah dapat menghasilkan peserta yang memahami konsep dan kerangka dasar Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah masing-masing.
International Colloquium on Youth Environment and Sustainability (ICYES) 2021
Bandung, 7 Oktober 2021.
Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Environment and Sustainability Science (CESS) bekerjasama dengan Program studi Ilmu Keberlanjutan menyelenggarakan International Colloquium on Youth Environment and Sustainability (ICYES) 2021. ICYES 2021 mengusung tema “Youths’ roles for sustainable environment and lifestyle” yang dilaksanakan secara online menggunakan platform Zoom meeting dan Live on Youtube pada hari Kamis, 7 Oktober 2021. Tujuan dari acara ICYES ini adalah untuk mendiskusikan bagaimana peran dan tantangan generasi muda dalam menciptakan keberlanjutan lingkungan yang relevan dengan gaya hidup saat ini
Acara dipandu oleh mahasiswa Magister Ilmu Keberlanjutan dan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang kemudian diikuti oleh sambutan dari Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Hendarmawan., M.Sc. Menariknya, pada pelaksanaan ICYES 2021 ini para peserta diberikan hiburan art performance dengan pemutaran video musik dari band Krakatau yang berjudul “Inilah Saatnya”. Lagu tersebut sesuai dengan tema acara yang diusung yaitu tentang upaya penyadaran kepada kita semua untuk kembali lagi menjaga bumi.
Plenary Session terbagi menjadi 2 sesi dengan dimoderatori oleh Dika Supyandi., M.T., MDP. Pada sesi pertama dimulai dengan pemaparan dari Keynote Speaker Osamu., Ph.D dengan tema “Sustainability Science and Early Career Researcher”. Kemudian sesi kedua terdapat 4 invited speaker sebagai berikut:
- Prof. Sunardi, Ph.D dengan tema “Spirituality, Religion and Sustainability”
- Deevak Kumar Verma, Ph.D dengan tema “Importance and Benefits of Rice in Sustainable Livelihood for Human”
- Prof. Anicia Jaegler, Ph.D dengan tema “Towards a Greener and more Gender-Friendly Urban Logistic”
- Roy Huijsmans, Ph.D dengan tema “The Environment and The University: Reflection Based on Global Youth Researcher”
Acara kemudian ditutup setelah semua partisipan mempresentasikan hasil penelitiannya pada Parallel Session. Terselenggaranya acara ICYES 2021 ini menambah peran PUI-PT CESS yang secara konsisten tetap melaksanakan upaya menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan diseminasi hasil riset. Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai, tidak menjadi halangan untuk tetap dilaksanakannya konferensi internasional. Hingga akhir acara tercatat 300 partisipan dalam acara ICYES 2021 ini. Rencana selanjutnya ICYES akan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.
Mahasiswa Ilmu Keberlanjutan Memperoleh Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2021
Dua Mahasiswa Magister Ilmu Keberlanjutan (MIK), Muthi’ah Aini Rahmi, S.Si dan Dwi Putri Handayani, S.Si berhasil memperoleh Beasiswa Unggulan yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun 2021. Beasiswa yang didapatkan termasuk ke dalam kategori Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi. Salah satu persyaratan dalam kategori ini adalah berprestasi di tingkat internasional dan/atau nasional serta berkontribusi kepada daya saing bangsa di segala bidang.
Menurut KOMPAS.com, jumlah pendaftar Beasiswa Unggulan pada Tahun 2020 lalu sebanyak 85.000 peserta dan hanya 2000 peserta yang dinyatakan lolos tahap pertama. Beasiswa Unggulan memberikan tiga jenis bantuan biaya kepada para penerimanya, yaitu biaya pendidikan, biaya hidup, dan biaya buku.
Pencapaian Mahasiswa MIK dalam memperoleh beasiswa ini dapat menjadi pemicu dan semangat bagi calon mahasiwa magister lainnya untuk melanjutkan studi dengan jalan perolehan biaya melalui beasiswa.