Berita CESS-Diklat GE
Scroll Down

Senin 6 September 2021,
Dalam upaya untuk tetap konsisten dalam mengantisipasi dampak-dampak buruk terhadap Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta adanya perubahan iklim, maka perlu menjadi perhatian oleh banyak pihak dalam melaksanakan pembangunan yang tidak merusak lingkungan, terutama pemerintah. Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK)/Center for Environment and Sustainability Science (CESS) UNPAD secara konsisten terus berupaya untuk mengenalkan dan menyebarluaskan gagasan Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah. Hal tersebut yang melatarbelakangi diadakannya Diklat Perencanaan Lingkungan Dalam Pembangunan tahun 2021.
Tahun ini merupakan kali kedua Diklat Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan dilakukan secara online dengan menggunakan flatform Zoom Meeting. Diklat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan jabatan yang bervariasi. Tujuan diadakannya diklat ini secara umum untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur pemerintah daerah mengenai Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah. Adapun metode yang akan digunakan adalah proses belajar mengajar dengan metode pembelajaran untuk orang dewasa yang dapat terdiri dari: penyajian makalah, diskusi kelas, diskusi kelompok, praktek penyusunan Dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim, serta presentasi.
Acara yang merupakan kerjasama antara Sekolah Pasca Sarjana UNPAD, PULIK/CESS UNPAD dan Pusdiklatren Bappenas dibuka pada hari Senin 6 September 2021 oleh Kapusbindiklatren Bappenas yang diwakili oleh Wignyo Adiyoso, Ph.D dan Dr. med. Setiawan, dr. selaku Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad. Acara ini berlansung selama 10 hari sampai hari Jumat 17 September 2021.
Harapannya melalui kegiatan Diklat Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan tahun 2021 ini adalah dapat menghasilkan peserta yang memahami konsep dan kerangka dasar Green Economy, Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Ketahanan Iklim (KI), dan pengintegrasiannya ke dalam perencanaan pembangunan di daerah masing-masing.
