Studi Program Objectives (S2 Bioteknologi).
Scroll Down
Study Programme Objectives
Program magister Bioteknologi mempunyai visi untuk menghasilkan akademisi dan peneliti profesional yang mampu memecahkan permasalahan secara multidisiplin sesuai standar yang diperlukan oleh pemangku kepentingan baik ditingkat nasional (KKNI) dan Internasional (International Council of Biotechnology Associations).
Kurikulum Program Studi Bioteknologi di susun dan dirancang berdasarkan Outcome Base Curriculum (OBC) pengembangan kurikulum yang didasarkan pada profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Program magister Bioteknologi bertujuan untuk memberi kemampuan mahasiswa dalam:
- Merancang dan mendesain proposal riset serta melaksanakan penelitian Bioteknologi.
- Mengembangkan rancangan obat dan deteksi cepat penyakit dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
- Mengaplikasikan pengetahuan bioteknologi dalam meningkatkan bioproses dan efisiensi dalam bidang bioteknologi.
- Mengkombinasikan berbagai proses biologis dalam mengatasi permasalahan limbah industri.
Kurikulum Program Magister Bioteknologi dapat ditempuh dalam 3 – 4 semester atau selama 1.5 – 2 tahun. Jumlah total beban SKS adalah 37 – 46 SKS dengan perincian per semesternya sebagai berikut:
Magister Study Program
- Courses (29-38 credits)
- Research Proposal Seminar (2 credits)
- Thesis (6 credits)
Compulsory Subject
Odd Semester Courses
| No | Course for Odd Semester | CREDIT |
| 1 | Philosophy of Science | 2 (2-0) |
| 2 | Biotechnology Research Methodology | 3 (2-1) |
| 3 | Academic Writing and Publication | 3 (2-1) |
| 4 | Biomolecular Technology | 3 (2-1) |
| 5 | Bioinformatics | 3 (3-0) |
| 6 | Cell Biology and Molecular | 3 (2-1) |
Even Semester Courses
| No | Course for Even Semester | CREDIT |
| 1 | Bioethics, Biosafety and Prospects for Biotechnology | 3 (3-0) |
| 2 | Bioprocess | 3 (3-0) |
| 3 | Techno Economics and Legal Aspects of Biotechnology Products | 2 (2-0) |
| 4 | Elective subjects* | Min 4 and Max. 13 credits |
Odd or even semester subject
| No | Course for Odd or Even Semester | CREDIT |
| 1 | Research Proposal Seminar | 2 credits |
| 2 | Thesis | 6 credits |
Elective Courses
| No | Elective Course | Credit |
| 1 | Signaling Technology | 2(2-0) |
| 2 | Molecular Marker Technology | 2(2-0) |
| 3 | Biomass and Bioenergy Technology | 2(2-0) |
| 4 | Bioremediation and Phytoremediation Technology | 2(2-0) |
| 5 | Industrial Bioprocess, Preservation and Encapsulation Technology | 3(2-1) |
| 6 | Genome Editing Technology | 2(2-0) |
| 7 | Recombinant DNA Technology | 2(1-1) |
| 8 | Cryopreservation and Germplasm Storage Technology | 2(1-1) |
| 9 | Bio mapping | 2(2-0) |
| 10 | Cancer Cell Biology (Oncology) | 2(2-0) |
| 11 | Microbial Biotechnology | 2(2-0) |
| 12 | Animal and Plant Biotechnology | 3(2-1) |
| 13 | Molecular Pathogenesis | 3(2-1) |
| 14 | Environment Molecular Biotechnology | 2(2-0) |
| 15 | Immunology and Vaccine Development | 3(3-0) |
Students of master and study programs can choose the courses in the table above or others according to their interests and research topics.
Mahasiswa dapat melakukan pendaftaran, proses administrasi dan proses pembelajaran online melalui system SIAT, sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi serta memberi kemudahan akses mahasiswa dalam pembelajaran. Mahasiswa diwajibkan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) pada setiap awal semester yang harus disetujui oleh Ketua Program Studi. Proses rencana studi mahasiswa, proses pembelajaran dan penialian serta assessment nya semuanya dilakukan secara on-line melalui system SIAT (System Informasi Akademik Terintegrasi).
Dalam proses pembelajaran, universitas mempunyai kebijakan hybrid learning terutama setelah pandemic covid-19. Mahasiswa masih dapat mengikuti perkuliahan secara daring dan asynchronous selama masa pendemi. Untuk pembelajaran on-line menggunakan system LiVE Unpad dan Google Classrom sebagai media komunikasi dan interaksi dengan mahasiswa.
Untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan mahasiswa, sebanyak 9 matakuliah (4 matakuliah wajib dan 5 mtakuliah pilihan) akan diberikan juga praktikum baik di Laboratorium maupu di lapangan.
Untuk menilai capaian pembelajaran setiap matakuliah, maka selama proses perkuliahan akan dilakukan penilaian terhadap mahasiswa yang meliputi ranah kognitive, psikomotorik maupun afektif. Penilain dapat berupa potofolio atau berupa rubrik penilaian.
Pada setiap akhir semester dilakukan Questioner kepada mahasiswa untuk menilai Dosen dan proses pembelajaran yang telah berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menampung masukkan dan feed back dari mahasiswa yang sangat bermanfaat untuk perbaikan dan pengembangan matakuliah maupun metode pembelajran ke depan.
Setiap dosen mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai hibah penelitian baik eksternal maupun internal (Hibah Internal Unpad – HIU) setiap dosen di haruskan untuk melakukan penelitian sesuai roadmapnya. Setiap HIU untuk Dosen diwajibkan untuk melibatkan mahasiswa baik jenjang S1, S3 maupun S3 dalam pelaksanaannya. Hal ini untuk memfasilitasi mahasiswa melakukan penelitian yang merupakan tugas akhir dalam peyelesaikan studinya. Melalui roadmap penelitian dosen yang jelas diharapkan penelitian mahasiswa akan bermutu dan mempermudah kewajiban publikasi mahasiswa di jurnal Internasional sebelum sidang akhir.
Sesuai dengan KKNI, lulusan Program Studi Magister Bioteknologi setara dengan level 8. Lulusan harus mampu melakukan penelitiian dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dengan pendekatan multidisiplin.
Secara umum sebaran dan sekuen pengambilan mata kuliah tiap semester dan kegiatan assessment dapat dilihat di Gambar 1. Lulusan akan diberikan berbagai pengetahuan dan ketrampilan serta kerja laboratorium dan lapang dengan metode pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian pembelajaran atau Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) dan system evaluasi yang berbasis Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE). Diharapkan lulusan nanti dapt bersaing di tempat kerja sesuai keahlian dan bidangnya masing-masing. Selain itu academic atmosfir dengan dengan berbagai kegiatan seminar rutin dan kuliah dari dosen tamu dalam maupun luuar negeri, diharapkan dapat membuka wawasan dan kompetensi lulusan yang bermanfaat dalam pengembangan karir mereka nanti.
Gambar 1. Sebaran dan sekuen pengambilan matakuliah dan bentuk assessment untuk setiap matakuliah dalam setiap semester
Pengambilan matakuliah menggunakan system satuan kredit semester (sks) yang merupakan beban studi pada setiap matakuliah. 1 sks setara dengan 170 menit per minggu per semester atau = 45.3 jam kuliah tatap muka per semester (16 x pertemuan). Hal ini setara dengan 67 ETCS.
Kurikulum dan kajian penelitian di program magister Bioteknologi terus di perbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan pemecahan permasalahan yang ada di masyarakat. Untuk evaluasi dan monitoring, setiap proses pelajar dan output pembelajaran yang dihasilkan selalu dilaksanakan melalui SOP yang jelas dan ketat. Monitoring dan evaluasi pelaksanaaan SOP dilakukan mulai dari seleksi calon mahasiswa, proses pembelajaran dan penilaian output dan outcome dari proses pembelajaran. Melalui pelaksanaan Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) semua proses proses pembelajaran dan output/outcome dari proses pembelajaran akan terus terjamin, termasuk dalam menampung feed back dan masukkan dari para mahasiswa dan dosen.
Monitoring materi perkuliahan dilakukan dengan memberikan qustioner kepada mahasiswa sebagai survei untuk mendapatkan umpan balik mengenai materi perkuliahan sebagai bahan evaluasi dan pasar tenaga kerja. Survei lulusan juga dipantau berdasarkan masukan dari group alumni yang telah lulus ataupun masukan dari perusahaan pengguna lulusan prodi Bioteknologi. Civitas akademika Program studi magister Bioteknologi juga memberi kebebasan akademik dalam bentuk partisipasi pada seminar ilmiah, symposium, konferensi tingkat nasional maupun internasional. Selain itu juga diwajibkan mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional.
Gelar akademik yang diberikan kepada lulusan sesuai dengan hasil pembelajaran dan kerangka kualifikasi nasional Level 8 dan Kerangka Kualifikasi Eropa adalah Magister Bioteknologi (M.Biotek) yang mampu mengembangkan dan memecahkan permasalahan bioteknologi melalui pendekatan inter dan multidisipliner. Selain itu lulusan Magister Biotek mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional melalui bebagai tulisan di jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
Pada akhir proses pembelajaran, setiap mahasiswa diwajibkan melakukan riset sesuai minatnya dalam emapt bidang kajian yaitu bioteknologi kesehatan, agro-bioteknologi, bioteknologi industry dan Bioteknologi lingkungan. Selain itu mahasiswa diwajibkan untuk publikasi hasil riset dalam berbagai forum ilmiah dan tulisan dalam jurnal nasional dan internasional bereputasi.
Lulusan diharapkan dapat bekerja sebagai peneliti di berbagai R&D di perusahaan swasta maupun pemerintah seperti di Biofarma, Kimia Farma dan perusahaan Biotek lainnya,di bidang-bidang Kesehatan baik sebagai peneliti maupun konsulta kesehatan, bidang lingkungan dalam pengolahan limbah-limbah berbahaya di perusahaan-perusahaan swasta dan industry-industri Bioteknologi lainnya. Melalui bahan kajian yang selalu disesuiakan dengan kebutuhan pasar global dalam bidang Bioteknologi (International Council of Biotechnology Associations) dan hasil tracer study diharapkan lulusan Program Study Magister Bioteknologi akan selalu dapat bersaing di pasaran.