Riset Unpad Gunakan Citra Satelit dan Persepsi Komunitas untuk Pantau Perubahan Mangrove di Indonesia dan Filipina
juhana
UNPAD Staff Writer
19 November 2024 – Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Dr. Kevin Muhamad Lukman, bersama tim peneliti dari Jepang, Singapura, dan Filipina, mempublikasikan studi terbaru di jurnal Regional Studies in Marine Science (Elsevier) yang berjudul “Identifying changes in mangrove landscapes in the Philippines and Indonesia using remote sensing and community perceptions: Towards ecosystem services management.” Riset ini menjadi salah satu kajian komprehensif yang menggabungkan pendekatan spasial berbasis citra satelit dengan analisis sosial melalui persepsi masyarakat lokal untuk memahami perubahan tutupan hutan mangrove.
Penelitian ini mengungkap perubahan signifikan dalam bentang alam mangrove di dua lokasi penting: Balangkayan (Filipina) dan Muara Gembong (Indonesia). Di Balangkayan, tutupan mangrove meningkat sekitar 500 ha antara 2014 dan 2021, sebagai pemulihan dari kerusakan akibat Topan Haiyan. Sementara itu, di Muara Gembong, terjadi peningkatan tutupan mangrove sekitar 176 ha antara 2000 dan 2022, terutama di lahan yang sebelumnya dialihfungsikan menjadi tambak.
Dengan menggunakan data NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dari citra penginderaan jauh serta wawancara komunitas lokal, studi ini berhasil mengidentifikasi faktor pendorong langsung dan tidak langsung dari perubahan tutupan mangrove, seperti erosi pantai dan badai tropis. Pendekatan ini menghasilkan pemetaan spesifik lokasi yang memberikan wawasan mendalam tentang pengelolaan layanan ekosistem di kawasan pesisir, khususnya dalam konteks blue carbon dan adaptasi perubahan iklim.
Pentingnya riset ini:
Riset ini memperkuat bukti bahwa strategi konservasi yang mengintegrasikan teknologi spasial dengan pengetahuan lokal memiliki potensi besar untuk merespons tantangan kerusakan ekosistem pesisir secara lebih efektif. Hal ini sangat relevan dalam konteks wilayah-wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana alam dan tekanan manusia.
Kontribusi terhadap SDGs:
Penelitian ini secara langsung mendukung SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 11 (Komunitas dan Kota Berkelanjutan). Pendekatan partisipatif yang digunakan juga merepresentasikan praktik terbaik dalam mendukung SDG 17 (Kemitraan Global).
Artikel lengkap dapat diakses melalui Regional Studies in Marine Science – ScienceDirect.