Produk Lokal, Nilai Global: Riset Kolaboratif Unpad Soroti Peta Produk Indikasi Geografis di Indonesia
12 Juni 2025 – Dosen dan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan peran aktif dalam isu pengembangan kawasan berbasis potensi lokal melalui publikasi artikel review berjudul “Geographical indication in Indonesia: A review on the spatial distribution and classification of geographical indication-registered products and -related publications”. Artikel yang diterbitkan oleh tim lintas disiplin dari Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, dan Sekolah Pascasarjana Unpad ini bekerja sama dengan University of Tokyo, Jepang, dan memetakan produk indikasi geografis (IG) di Indonesia dari sisi sebaran spasial, klasifikasi komoditas, serta tinjauan literatur ilmiah terkait.
Studi ini menemukan bahwa mayoritas produk IG Indonesia terpusat di wilayah Pulau Jawa dan Sumatra, dengan komoditas pertanian sebagai kategori dominan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan pengetahuan tradisional lokal memainkan peran penting dalam pembentukan dan keberlanjutan produk IG. Namun demikian, kajian ini juga menyoroti bahwa sebagian besar publikasi ilmiah terkait IG di Indonesia masih terbatas pada aspek hukum dan lebih banyak ditulis oleh peneliti domestik, belum banyak dijangkau dalam konteks global. Hal ini menunjukkan masih terdapat celah dalam hal promosi, pengembangan manfaat ekonomi, dan keberlanjutan jangka panjang dari produk IG.
Kontribusi terhadap SDGs:
Penelitian ini secara langsung mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menggarisbawahi pentingnya IG sebagai instrumen perlindungan komoditas lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, produk IG yang berbasis pada praktik tradisional dan sumber daya lokal turut memperkuat SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan. Studi ini juga mendukung SDG 9: Inovasi dan Infrastruktur dengan merekomendasikan perluasan riset multidisipliner dan pemetaan strategis untuk penguatan kebijakan nasional terkait IG.
Studi ini menjadi rujukan penting untuk pengembangan kebijakan perlindungan produk lokal yang berbasis wilayah dan kearifan tradisional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam sistem indikasi geografis secara global.