Pariwisata Lamun di Bintan: Studi Lintas Negara Ungkap Pentingnya Perspektif Sosial dalam Konservasi Laut
18 November 2024 – Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Dr. Kevin Muhamad Lukman, kembali menunjukkan kontribusinya dalam riset lintas disiplin dan lintas negara melalui publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi Marine Pollution Bulletin (Elsevier), berjudul “Understanding stakeholders’ perception on developing seagrass-associated tourism: Evidence from marine protected areas of Bintan Island, Indonesia.” Studi ini menjadi salah satu kajian pionir di Indonesia yang mengupas persepsi pemangku kepentingan terhadap pengembangan pariwisata berbasis lamun (seagrass-associated tourism) di kawasan konservasi laut.
Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menggabungkan analisis sosial, ekonomi, dan ekologi secara holistik untuk memahami dukungan, kekhawatiran, serta harapan para stakeholder lokal—termasuk masyarakat pesisir, pelaku pariwisata, hingga pemerintah daerah—terhadap skema pariwisata berkelanjutan berbasis ekosistem lamun. Menggunakan metode survei kuantitatif terhadap 349 rumah tangga dan wawancara kualitatif dengan 51 partisipan kunci, studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi laut tidak hanya bergantung pada aspek ekologi dan teknis, tetapi juga pada partisipasi aktif dan pemahaman sosial-budaya masyarakat lokal.
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta mitra internasional dari National University of Singapore, James Cook University (Australia), dan Deakin Marine Science Centre (Australia). Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan perlu keterlibatan dari sektor akademik, pemerintahan, dan masyarakat sipil secara terpadu.
Kontribusi terhadap SDGs:
Penelitian ini mendukung SDG 14: Ekosistem Lautan, dengan fokus pada pelestarian lamun dan pemanfaatan berkelanjutan. Selain itu, artikel ini relevan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena menawarkan strategi untuk menciptakan peluang ekonomi alternatif yang inklusif dan berbasis konservasi.
Artikel lengkap dapat diakses melalui Marine Pollution Bulletin – ScienceDirect.