Kualitas Udara Perkotaan Indonesia di Mata Akademisi: Kajian Komprehensif Unpad Tawarkan Solusi untuk Langit Lebih Biru
Juli 2025-Tim dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran bersama mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan menorehkan kontribusi ilmiah penting melalui publikasi artikel review berjudul “Towards blue skies: A comprehensive review and regional mapping of ambient air quality in Indonesian cities”, yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi internasional Journal of Environmental Management (Elsevier). Studi ini memetakan secara sistematis kondisi dan dinamika kualitas udara ambien di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang, berdasarkan telaah terhadap 74 artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2014 hingga 2024.
Hasil kajian menunjukkan bahwa transportasi, aktivitas industri, dan kebakaran hutan merupakan penyumbang utama pencemaran udara di kawasan perkotaan. Peristiwa pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara, ditandai dengan penurunan kadar PM2.5 dan NOx akibat berkurangnya aktivitas manusia. Namun, setelah pemulihan ekonomi, tingkat pencemaran kembali meningkat, mempertegas pentingnya regulasi yang berkelanjutan. Jakarta sebagai ibu kota menunjukkan perubahan kualitas udara yang mencolok dan menjadi studi kasus penting dalam efektivitas strategi pengurangan emisi.
Penelitian ini menyarankan pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan, penguatan kebijakan pengendalian polusi, serta perencanaan kota berkelanjutan sebagai langkah mitigasi yang relevan dengan dinamika urbanisasi cepat di Indonesia.
Kontribusi terhadap SDGs:
Studi ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam hal pengurangan penyakit akibat pencemaran udara. Selain itu, riset ini mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui usulan kebijakan dan perencanaan tata kota berbasis data lingkungan. Kajian ini juga berkontribusi terhadap SDG 13: Aksi Iklim, dengan menyoroti hubungan antara aktivitas manusia, krisis iklim, dan dinamika kualitas udara di wilayah urban.
Artikel lengkap dapat diakses melalui laman Journal of Environmental Management – ScienceDirect.