Evaluasi Kualitas Air Citarum Hulu: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Doktoral Unpad Ungkap Ancaman Pencemaran Pertanian

juhana
UNPAD Staff Writer
Evaluasi Kualitas Air Citarum Hulu: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Doktoral Unpad Ungkap Ancaman Pencemaran Pertanian

4 Maret 2024 – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran melakukan penelitian penting terkait kualitas air di daerah hulu Sungai Citarum, yang menjadi perhatian utama dalam konteks keberlanjutan lingkungan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas (Vol. 25 No. 2, 2024), berjudul “Water quality assessment of river based on phytoplankton biological integrity index in rural areas of the upstream Citarum River, West Java, Indonesia”, melibatkan peneliti dari Departemen Ilmu Lingkungan dan Kimia serta mahasiswa penerima beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

Penelitian ini menyoroti bagaimana aktivitas pertanian intensif di daerah Cihawuk, Kecamatan Kertasari—seperti penggunaan pupuk dan pestisida—mengganggu keseimbangan ekologi melalui limpasan yang mencemari badan air. Dengan menggunakan indeks biologis berbasis fitoplankton, tim peneliti berhasil mengukur kondisi ekologis sungai berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener, indeks Palmer, dan indeks diatom. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan fitoplankton mencapai 4.105 sel/L, yang didominasi oleh spesies Coelastrum dan Trachelomonas, dua indikator umum perairan tercemar bahan organik. Nilai indeks diatom menunjukkan kualitas air sangat rendah (<0,2), mengindikasikan tingginya tekanan pencemaran.

Kontribusi terhadap SDGs:

Riset ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, dengan menyediakan data ilmiah berbasis biodiversitas mikroorganisme untuk evaluasi kualitas air. Selain itu, studi ini turut mendorong SDG 14 (Ekosistem Perairan) dengan fokus pada pelestarian kualitas lingkungan akuatik, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) karena keterkaitan antara praktik pertanian dan degradasi lingkungan. Melalui pendekatan interdisipliner dan partisipasi mahasiswa doktoral, penelitian ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 13: Aksi terhadap Perubahan Iklim, khususnya dalam konteks pemantauan dampak perubahan penggunaan lahan terhadap ekosistem air tawar.

Artikel lengkap dapat diakses melalui Biodiversitas Journal.

4 Maret 2024 – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran melakukan penelitian penting terkait kualitas air di daerah hulu Sungai Citarum, yang menjadi perhatian utama dalam konteks keberlanjutan lingkungan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas (Vol. 25 No. 2, 2024), berjudul “Water quality assessment of river based on phytoplankton biological integrity index in rural areas of the upstream Citarum River, West Java, Indonesia”, melibatkan peneliti dari Departemen Ilmu Lingkungan dan Kimia serta mahasiswa penerima beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

Penelitian ini menyoroti bagaimana aktivitas pertanian intensif di daerah Cihawuk, Kecamatan Kertasari—seperti penggunaan pupuk dan pestisida—mengganggu keseimbangan ekologi melalui limpasan yang mencemari badan air. Dengan menggunakan indeks biologis berbasis fitoplankton, tim peneliti berhasil mengukur kondisi ekologis sungai berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener, indeks Palmer, dan indeks diatom. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan fitoplankton mencapai 4.105 sel/L, yang didominasi oleh spesies Coelastrum dan Trachelomonas, dua indikator umum perairan tercemar bahan organik. Nilai indeks diatom menunjukkan kualitas air sangat rendah (<0,2), mengindikasikan tingginya tekanan pencemaran.

Kontribusi terhadap SDGs:

Riset ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, dengan menyediakan data ilmiah berbasis biodiversitas mikroorganisme untuk evaluasi kualitas air. Selain itu, studi ini turut mendorong SDG 14 (Ekosistem Perairan) dengan fokus pada pelestarian kualitas lingkungan akuatik, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) karena keterkaitan antara praktik pertanian dan degradasi lingkungan. Melalui pendekatan interdisipliner dan partisipasi mahasiswa doktoral, penelitian ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 13: Aksi terhadap Perubahan Iklim, khususnya dalam konteks pemantauan dampak perubahan penggunaan lahan terhadap ekosistem air tawar.

Artikel lengkap dapat diakses melalui Biodiversitas Journal.

Categories: Uncategorized

News Unpad

News