Dosen Sekolah Pascasarjana Unpad Teliti Potensi Senyawa Xanthone sebagai Kandidat Obat Melalui Pemodelan Komputasi

9 April 2024 –  Dosen dari Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Dr. Lathifah Puji Hastuti, kembali menunjukkan kiprah aktifnya di bidang riset farmasi molekuler melalui publikasi terbarunya di jurnal internasional Informatics in Medicine Unlocked (Elsevier). Artikel yang berjudul “In-silico studies of hydroxyxanthone derivatives as potential pfDHFR and pfDHODH inhibitor by molecular docking, molecular dynamics simulation, MM-PBSA calculation and pharmacokinetics prediction” ini merupakan bagian dari penelitian awal untuk mengevaluasi potensi farmakologis turunan senyawa xanthone.

Penelitian ini menggunakan pendekatan in-silico melalui molecular docking, simulasi dinamika molekuler, serta prediksi farmakokinetik dan energi ikat MM-PBSA untuk mengkaji aktivitas turunan xanthone terhadap dua target penting dalam patogen malaria: pfDHFR dan pfDHODH. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa senyawa memiliki interaksi yang kuat dan stabil terhadap target enzim tersebut, dengan profil ADMET (Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, dan Toksisitas) yang menjanjikan.

Riset ini merupakan landasan awal untuk pengembangan lebih lanjut ke arah aplikasi sebagai antikanker, antimalaria, dan antituberkulosis, yang nantinya akan dilanjutkan ke tahap uji in vitro dan in vivo. Pendekatan komputasi seperti ini dinilai mampu mempercepat proses penapisan senyawa aktif, sekaligus mengefisiensikan waktu dan biaya penelitian.

Kolaborasi riset ini juga melibatkan peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), memperkuat sinergi antara akademisi dan lembaga riset nasional dalam pengembangan kandidat obat berbasis senyawa alam.

Kontribusi terhadap SDGs

Penelitian ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pengembangan terapi baru untuk penyakit menular dan kronis.
  • SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan pemanfaatan teknologi komputasi molekuler dalam mempercepat riset dan inovasi di bidang farmasi.
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara Universitas Padjadjaran dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), yang memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan riset nasional.

Artikel lengkap dapat diakses melalui ScienceDirect – Informatics in Medicine Unlocked

Categories: Uncategorized

News Unpad

News