Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital
Widy
UNPAD Staff Writer

Bandung, 26 Juni 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui program Magister Pariwisata Berkelanjutan, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri yang Berdaya Saing, Inklusif dan Ramah Iklim dalam Kerangka SGDs”.
Acara yang berlangsung di Sekolah Pascasarjana UNPAD, Bandung, ini dihadiri oleh 144 peserta, baik secara luring maupun daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, praktisi industri, perwakilan instansi pemerintah, dan masyarakat umum.
Seminar ini bertujuan untuk menciptakan forum kolaboratif dan akademik guna membahas isu-isu strategis terkait pariwisata berkelanjutan di era digital. Acara dibuka dengan penampilan Tari Jaipong dari Komunitas Seni Pertanian Unpad, dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang dipandu oleh Kevin Muhamad Lukman, S.T., M.Env., Ph.D., selaku Dosen Sekolah Pascasarjana UNPAD, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel paralel.
Acara ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., yang adalah Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, dan Ibu Wina Yuwina, S.E., seorang praktisi usaha pariwisata lokal Namu Hejo. Perspektif dari narasumber utama di antaranya tentang Pariwisata sebagai Strategi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045. Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, memaparkan pentingnya kebijakan pariwisata berkelanjutan dalam kerangka SDGs. Menurutnya, pariwisata berkelanjutan adalah pendekatan yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan destinasi saat ini, dengan tiga pilar utama: People, Planet, dan Profit. Beliau juga menyoroti capaian pariwisata Indonesia, yang berada di peringkat ke-22 dari 119 negara dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024 dan memproyeksikan kontribusi pariwisata terhadap PDB akan mencapai 4,04% pada tahun 2024.
Kemudian dari narasumber kedua memaparkan tentang Pariwisata Berbasis Komunitas dan Inovasi. Ibu Wina Yuwina, S.E., membawakan materi dengan judul “Pariwisata Masa Kini: Daya Saing, Ekonomi, Inovasi, dan Kolaborasi”. Beliau menekankan bahwa pariwisata adalah hubungan antara manusia dan alam, dengan pariwisata global menyumbang 10% dari PDB dunia. Melalui studi kasus Namuhejo, ia menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan masyarakat lokal dan petani kopi, serta penggunaan 80% staf lokal, dapat menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan.
Setelah sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi paralel di mana para peserta mempresentasikan artikel-artikel ilmiah mereka. Sesi ini dibagi ke dalam empat kelompok diskusi berdasarkan aspek-aspek utama pariwisata, yaitu: Aspek Keberlanjutan, Aspek Daya Saing dan Ekonomi, Aspek Sosial, dan Aspek Digital dan Inovasi.
Sebagai luaran, seminar ini akan menghasilkan naskah artikel ilmiah para peserta yang dikompilasi menjadi book chapter ber-ISBN. Hal ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berdaya saing, inklusif, dan ramah iklim, serta mendorong pemanfaatan publikasi ilmiah dan jejaring kolaboratif untuk inovasi pariwisata di masa depan.




