Pengabdian Masyarakat di Desa Pananjung: Upaya Pelestarian Cagar Alam Pangandaran melalui Edukasi Konservasi Tumbuhan

Widy
UNPAD Staff Writer
Pengabdian Masyarakat di Desa Pananjung: Upaya Pelestarian Cagar Alam Pangandaran melalui Edukasi Konservasi Tumbuhan

Pangandaran, 28 Juni 2024 – Dalam upaya melestarikan keanekaragaman flora yang dimiliki oleh Cagar Alam Pangandaran, dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) bertajuk pengelolaan lingkungan dan konservasi tumbuhan. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Pananjung, Pangandaran, pada Jumat, 28 Juni 2024, pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Cagar Alam Pangandaran merupakan kawasan konservasi yang kaya akan keanekaragaman tumbuhan. Pelestarian flora di kawasan ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat setempat. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat Desa Pananjung diharapkan dapat lebih memahami dan mendukung upaya-upaya konservasi.

Awalnya, program edukasi konservasi keanekaragaman tumbuhan di Cagar Alam Pangandaran yang diketuai oleh Dr. Dina Oktavia ini ditujukan untuk siswa, namun akhirnya disesuaikan dengan dua program PPM lainnya melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama, mengingat peran mereka dalam pengelolaan lingkungan komunitas. Program ini bergabung dengan kegiatan PPM lain yang fokus pada ekonomi sirkular diketuai oleh Kevin Muhammad Lukman, Ph.D dan pengolahan sampah organik diketuai oleh Dr. Lathifah Puji Hastuti , sehingga diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sesi edukasi, ibu-ibu PKK diperkenalkan pada kekayaan flora di Cagar Alam Pangandaran, dengan menekankan manfaat ekonomi dan lingkungan dari berbagai jenis tumbuhan lokal. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan pamflet yang menjelaskan manfaat tumbuhan dan risiko yang mungkin timbul jika mereka tidak dilestarikan. Diskusi terbuka mengajak peserta untuk memahami pentingnya konservasi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkenalkan konsep pemanfaatan berkelanjutan.

Pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan kesalahpahaman bahwa konservasi berarti “tidak memanfaatkan tanaman.” Sebaliknya, ibu-ibu PKK diperkenalkan pada pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, sehingga mereka dapat mempraktikkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap pertama program ini membangun dasar kuat bagi inisiatif konservasi berbasis komunitas yang informatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat lokal. Program ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran dan komitmen untuk melestarikan warisan alam Cagar Alam Pangandaran.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran yang berkelanjutan di tengah masyarakat Desa Pananjung agar mereka dapat berperan serta dalam menjaga ekosistem sekitar serta memahami nilai penting dari kekayaan alam yang ada. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi jangka panjang antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian lingkungan di Pangandaran.

Categories: Berita Gradschool

News Unpad

News